Pasuruan – Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, menggelar kegiatan Musyawarah Ranting (MUSRANTING) pada Selasa malam, 23 Juni 2026, pukul 20.00 WIB. Kegiatan tersebut bertempat di Mushollah Ustadz Shiddiq, Dusun Krajan, Desa Kalipang, Kecamatan Grati.
Musyawarah ranting ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Grati, para kader GP Ansor Ranting Kalipang, serta tokoh-tokoh yang turut memberikan dukungan terhadap jalannya organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana kekeluargaan ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan serta penyusunan arah gerak organisasi di tingkat ranting untuk periode mendatang.
Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Grati menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak boleh hanya dibebankan kepada ketua semata, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh kader dan pengurus.
“Jangan menggantungkan jalannya program organisasi kepada ketua saja. Organisasi akan berjalan baik apabila seluruh anggota turut berperan aktif dan memiliki rasa tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Beliau juga memberikan ilustrasi mengenai organisasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, kondisi tersebut dapat diibaratkan seperti kendaraan yang kehilangan salah satu unsur penting dalam perjalanannya.
“Ada kendaraan tetapi tidak ada drivernya, ada driver tetapi tidak ada kendaraannya, bahkan ada kendaraan dan driver tetapi tidak ada bensinnya. Jangan sampai organisasi kita menjadi seperti itu. Organisasi harus memiliki kepemimpinan, program kerja, serta semangat kader yang menjadi bahan bakar pergerakannya,” tegasnya.
Selain itu, Ketua PAC GP Ansor Grati juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai syarat utama dalam membentuk pemimpin organisasi yang berkualitas. Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih menjadi ketua ranting telah mengikuti lebih dari dua jenjang kaderisasi sehingga memiliki bekal yang cukup dalam memimpin organisasi.
Beliau juga berpesan agar seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab. Menurutnya, program yang telah disusun dalam musyawarah harus diwujudkan menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi kader dan masyarakat.
Tidak hanya itu, beliau mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara anggota dan pengurus agar organisasi tetap berjalan dalam satu komando dan arah yang jelas.
“Apabila ada persoalan atau hal-hal yang perlu dibahas, mohon selalu dikoordinasikan antara anggota dengan ketuanya. Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri karena akan menghambat jalannya organisasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Pimpinan Sidang Musyawarah Ranting dalam arahannya menegaskan bahwa Musranting GP Ansor harus tetap berpegang pada nilai-nilai organisasi dan tidak dicampuradukkan dengan kepentingan politik praktis.
Menurutnya, GP Ansor merupakan organisasi keagamaan yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta membentuk kader yang berakhlak mulia.
“Musyawarah ranting harus menyesuaikan dengan aturan organisasi dan tidak dicampur dengan kepentingan politik. Ansor adalah organisasi keagamaan. Oleh karena itu, kita harus mengutamakan adab daripada ilmu. Jangan sampai dibalik, mengutamakan ilmu terlebih dahulu sementara adab ditinggalkan, karena hal tersebut merupakan kekeliruan yang harus kita hindari,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan Musyawarah Ranting ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang amanah, solid, serta mampu menjalankan program-program organisasi secara berkelanjutan demi kemajuan GP Ansor Desa Kalipang dan kemaslahatan masyarakat.
Musyawarah Ranting GP Ansor Desa Kalipang menjadi bukti nyata komitmen kader Ansor dalam menjaga tradisi kaderisasi, memperkuat solidaritas organisasi, serta meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama melalui gerakan kepemudaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Musranting GP Ansor Kalipang: Regenerasi Kepemimpinan dan Penguatan Kaderisasi Jadi Sorotan