PASURUAN – Harmoni antarumat beragama kembali terlihat di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Satu pleton Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Tosari diterjunkan untuk membantu pengamanan arak-arakan Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 2026, Rabu (18/3).

Kegiatan yang bertepatan dengan 28 Ramadan 1447 Hijriyah itu melibatkan Banser bersama aparat keamanan dan pecalang. Mereka bersiaga di sejumlah titik jalur arakan untuk mengatur lalu lintas serta memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.Sejak pukul 12.30 WIB, personel Banser sudah menempati titik-titik strategis. Bersama pecalang, mereka mengawal jalannya arak-arakan Ogoh-Ogoh yang menjadi tradisi penting bagi umat Hindu, khususnya masyarakat Suku Tengger di Tosari.

Wilayah Tosari yang mayoritas penduduknya beragama Hindu memang dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Sinergi antara Banser dan pecalang menjadi potret nyata kerukunan yang terjaga di tengah perbedaan keyakinan.

Kasatkoryon Banser Tosari, Sanan, mengatakan bahwa keterlibatan Banser dalam pengamanan Ogoh-Ogoh sudah menjadi agenda rutin setiap tahun.“Ini bentuk kebersamaan kami. Banser selalu hadir untuk membantu demi mempererat persaudaraan, khususnya di lingkungan masyarakat Tengger,” ujarnya.

Menurutnya, toleransi di Tosari tidak berjalan satu arah. Saat perayaan Idul Fitri, pecalang juga turut membantu menjaga keamanan, termasuk mengamankan rumah warga Muslim yang ditinggal melaksanakan salat Id.

Hal senada disampaikan Ketua PAC GP Ansor Tosari, Sunanto. Ia menegaskan bahwa Banser harus tetap hadir menjaga kerukunan, meskipun berada di wilayah dengan jumlah umat Muslim yang lebih sedikit.

“Walaupun kami minoritas, Banser tetap harus tampil. Guyub rukun adalah kunci menjaga keharmonisan di Tosari,” tegasnya.

Kehadiran Banser dalam pengamanan Ogoh-Ogoh ini menjadi simbol kuat bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang terus dirawat oleh masyarakat Tosari lintas agama.