Pasuruan – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Ketua Abd Karim mengajak seluruh kader GP Ansor Kabupaten Pasuruan untuk tetap bijak dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang, khususnya di media sosial.
Ahad,5 Juli 2026, Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan rutin Rijalul Ansor yang digelar di Masjid Pondok Pesantren Al Hidayah 2, Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, yang diasuh oleh KH Son Haji Abd.

Dalam arahannya, Abd Karim menegaskan bahwa kader Ansor harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan mengedepankan sikap santun, tabayun, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Menjelang Muktamar NU ke-35, saya mengajak seluruh kader Ansor untuk tetap menjaga kondusivitas, memperkuat ukhuwah, dan bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan warga Nahdliyin,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, edukasi, serta penyebaran informasi yang menyejukkan, bukan menjadi ruang untuk memperkeruh suasana atau menyebarkan narasi yang dapat merugikan organisasi.
Menurutnya, kader Ansor memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah organisasi dan nama baik Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, setiap kader diharapkan mampu menyaring informasi sebelum membagikannya kepada publik.
Kegiatan Rijalul Ansor yang diikuti oleh kader Ansor dan Banser dari berbagai wilayah tersebut berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan dzikir, shalawat, doa bersama, serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an dan kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan berharap seluruh kader semakin solid, menjaga persatuan, serta terus mengawal nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya menjelang agenda besar Muktamar NU ke-35.
Jelang Muktamar NU ke-35, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan Ajak Kader Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Marwah Organisasi